ABSTRAK
MEMBACA
SAVI
Danis
Danang Heryawan,A310120109,Rusbiyanto Tri,A310120110,Nur Rachmi Widyarini,
A310120111. Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah. Universitas
Muhammadiyah Surakarta, 2012, 10 halaman
Tujuan
dari makalah ini adalah mengajarkan para siswa membaca dengan teknik membaca
SAVI yang merupakan cra baru dalam belajar . SAVI sendiri adalah akronim dari
somatic yang bersifat raga, auditori yang bersifat suara, dan visual yang
bersifat gambar. Membaca somatis ini berarti bahwa saat membaca diperlukan
kelibatan fisik kita dengan posisi yang benar dan jarak baca yang baik.
Sedangkan membaca dengan cara auditoris adalah cara membaca dengan menemukan
kalimat yang sulit sekali dicerna atau, pada sat membaca menemukan baris –
baris yang menari, tetapi sulit untuk berkonsentrasi untu memahaminya. Serta
membaca secara visual adalah seorang yang
saat membasca merasa fun apabila pada saat pertama kali menyerap
informasi, benak kita tersebut diberi informasi dalam bentuk gambar (ikon, simbol,
atau ornamen). Buku yang mampu membuat para pembacanya merasa senang, sebaiknya
memang diberi unsur visual. Membaca SAVI sendiri dapat dipelajari dengan
belajar efektif dalam keadaan fun (menyenangkan). Mengapa begitu? ada bebearapa teori mengenai
otak manusia salah satunya adalahyang disebut oleh Dave Meier dalam bukunya,
The Accelerated Learning Hand Book. Jika dalam pembelajaran (siswa) dalam
keadaan positif (senang, gembira) maka pikiran para siswa akan “naik tingkat”
dari tak tengah ke neokorteks (otak berpikir). Inilah yang disebut dengan
belajar efektif. Belajar SAVi juga merupakan ajang berkreasi, bukan
mengkonsumsi. Sudah bukan zamannya lagi anak disuapi, tetapi ia harus
menciptakan sendiri . pembelajaran harus berpusat pada siswa bukan pada guru.
Oleh karena itu pada saat guru meracang metode pembelajaran, guru harus
memikirkn apa yang harus dilakukan oleh siswa, bukan apa yang dilakukan oleh
guru. Belajar yang baik itu bersifat sosial yaitu belajar yang menghasilkan
hasil yang berlipat – lipat dengan cara yang berkelompok. Belajar juga harus
rsifar multi inderawi dimana siswa belajar dengan gayanya masing – masing. Yang
terpenting yaitu penggunaan tiga Gaya belajar yaitu gaya visual, auditorial,
dan kinestik. Serta dalam belajar harus dalam keadaan terbaik yaitu keadaan
alfa dimana seorang anak belajar dalam frekuensi atau gelombang otak tertentu.
Keika kita dalam keadaan terjaga atau sadar penuh, otak bekerja pada gelombang
Beta.
Kata kunci: SAVI, somatic, auditoris, visual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar