TUGAS
MATA KULIAH PSIKOLINGUITIK ANALISIS TUTURAN ANAK
Dosen
Pengampu : Drs. Agus budi Wahyudi.

Disusun
Oleh :
Belinda
Purwita K (A310120077)
Reni
Novita (A310120097)
Hari
Prayoga (A310120120)
Ellysa
Risnawati (A310120125)
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013/2014
A.
PEMEROLEHAN BAHASA
PERTAMA:
Perkembangan
Kognitif dan Sosial Anak.
Tugas
I
1. Buatlah
kelompok beranggotakan 4 orang!
2. Carilah
anak sesuai dengan usia di atas!
3. Tulislah
ujaran anak sesuai dengan tahap-tahap pemerolehan bahasa!
JAWABAN:
1. Nama anggota kelompok:
a. Belinda
Purwita. K
b. Reni
Novita
c. Hari
Prayoga
d. Ellysa
Risnawati
2. Tuturan
anak:
a. Tuturan
anak usia 5 tahun:
Eh wayang ik
Ayo, sido ra
njaluk gedang?
b. Tuturan
anak usia 6 tahun;
Aku iso podo koe no
c. Tuturan
anak usia 7 tahun:
Buk, ayo mantuk!
Iyo omong no.
B. PERKEMBANGAN
KOGNITIF ANAK.
1. Temukanlah
pemakaian bahasa anak usia 5 s.d. 7 tahun
2. Tulislah kalimat-kalimat yang diujarkan oleh
anak tersebut! Pertama, anak yang berusia 5 tahun. Kedua, anak yang berusia 6
tahun dan ketiga anak yang berusia 7 tahun.
3. Tulislah
nosi waktu yang digunakan anak!
4. Tulislah
nosi ruang yang digunakan anak!
5. Tulislah
nosi modalitas yang digunakan anak!
6. Tulislah
nosi sebab akibat yang digunakan anak!
7. Bandingkan
sesuai dengan tingkat usianya!
8. Mengapa
anak yang satu berbeda dengan anak yang lain?
9. Catatlah kata polimorfemik! Bagaimana
tanggapan Anda mengenai kemampuan anak dalam membentuk kata polimorfmik!
JAWABAN:
a. Tuturan
anak usia 5 tahun:
Tuturan I: eh, wayang
ik (eh, wayang ini, bermaksud menegaskan ada pertunjukan atau tontonan tentang
wayang).
Tuturan II: ayo sido
ora njaluk gedang? (ayo jadi tidak minta pisang?)
Nosi waktu yang
digunakan pada saat anak bertutur adalah malam hari sekitar waktu habis maghrib
saat melihat televisi.
Nosi ruang yang
digunakan adalah di ruang televisi.
Modalitas yang
digunakan dialog monolog, karena anak bertutur sendiri saat menonton televisi.
Nosi sebab akibat yang
digunakan anak adalah anak tertarik saat melihat televisi yang menyebabkan anak
tertarik dan mengakibatkan munculnya tuturan dari ekspresi ketertarikan
atastontonan yang sedang dilihat. Dan modalitas ekspresif pada tuturan 2.
Jika dilihat dari anak
yang lain yang seusianya ank ini cenderung agampang bereaksi dengan keadaan
sekitarnya sehingga mempengaruhi tuturan yang diucapkan. Berbeda dengan anak
yang lain yang ada dilingkungan yang sama. Lebih cenderung diam dan tidak
berbicara jika tidak ditanya atau memerlukan sesuatu, misalnya saja saat dia
lapar, atau memerlukan bantuan dari orang lain.
Tidak ada penggunaan
bahasa polimorfemik yang digunakan oleh anak.
b. Tuturan
anak usia 6 tahun:
Tuturan: Aku iso koyo
koe no. (aku bisa seperti kamu ya)
Nosi waktu yang
digunakaan sekitar pukul 4 sore.
Nosi ruang yang
digunakan adalah di depan rumah saat anak sedang bermain dengan teman –
temannya yang lain.
Modalitas yang digunakan
adalah modalitas ekspresif. Yaitu tuturan anak bersiafat atraktif sesuai dengan
ekspresi dari apa yang dilakukan.
Tuturan anak disebabkan
dia melihat tingkah laku yang ditunjukan oleh mitra tutur yang menarik
perhatiannya sehingga mengakibatkannya untuk meniru sikap atau perlakuan yang
dilakukan oleh mitra tutur.
Jika dilihat dan
dibandingkan dengan anak yang lain, tuturan anak tidak berbeda jauh. Hampir
sama dengan teman – teman sebayanya karena teman – temannya juga ikut bereaksi
dan bersikap sama dengan apa yang dilakukan oleh penutur.
Tidak ada penggunaan
bahasa polimorfemik.
c. Tuturan
anak usia 7 tahun.
Tuturan I: buk, ayo
mantuk ( buk, ayo pulang)
Tuturan II: iyo omong
no (iya berbicara)
Nosi waktu yang
digunakan pada tuturan I adalah sore hari sekitar pukul 5 sore. Dan pada
tuturan II adalah malam hari sekitar habis maghrib
Nosi ruang yang
digunakan tuturan I adalah di rumah tetangga penutur, sedangkan pada btuturan
II di rumah penutur.
Modalitas yang
digunakan pada tuturan I adalah modalitas dialog. Dan pada tuturan II juga
modalitas dialog.
Tuturan pertama
disebabkan karena pengaruh lingkungan yaitu perasaan bosan saat anak menunggu
ibunya yang mengobrol dengan tetangga, yang mengakibatkan anak bertutur untuk
mengajak ibunya pulang kerumah. Dan pada tuturan kedua disebabkan anak yang
diminta berbicara orangtuanya saat menelepon saudaranya yang mengakibatkan anak
bertutur yang membuatnya akan berbicara.
Tidak ada perbedaan
tuturan antara tuturan I dengan tuturan II dengan tuturan anak yang sama dengan
usianya. Semuanya dirasa wajar.
Tidak ada penggunaan
bahasa polimorfemik.
C. PERKEMBANGAN
SOSIAL ANAK
1. Tulislah
ujaran yang dihasilkan oleh anak usia 5-7 tahun!
2. Analisislah
bagian ujaran yang mengatakan bahwa anak melakukan kesalahan dalam hal norma
sosial!
3. Analisislah
bagian ujaran yang mengatakan bahwa anak melakukan ujaran seperti yang
diujarkan oleh teman-temannya sebaya.
JAWABAN.
Tidak
ada ujaran yang terindikasi bahwa anak melakukan kesalahan norma sosial.
Semuanya dirasa wajar pada tuturan anak diatas, baik pada usia 5, 6, dan 7
tahun.
Ujaran
yang merupakan ujaran hasil duplikasi atau hasil tiuran dan diujarkan oleh anak
– anak yang lain adalah ujaran yang diujarkan anak yang berusia 6 tahun yaitu
“aku iso podo koe”. Atau “aku bisa seperti kamu”. Ujaran itu juga diujarkan
oleh teman – teman yang lain atau anak yang seusianya yang juga mengujarkan
ujaran tersebut karena dipengaruhi oleh sebuah kejadian atau fenomena.
5.