Halaman

Kamis, 12 Juni 2014

Tugas Psikolinguistik



TUGAS MATA KULIAH PSIKOLINGUITIK ANALISIS TUTURAN ANAK
Dosen Pengampu : Drs. Agus budi Wahyudi.

Disusun Oleh :
Belinda Purwita K (A310120077)
Reni Novita (A310120097)
Hari Prayoga (A310120120)
Ellysa Risnawati (A310120125)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013/2014



A.    PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA:
Perkembangan Kognitif dan Sosial Anak.
Tugas I
1.      Buatlah kelompok beranggotakan 4 orang!
2.      Carilah anak sesuai dengan usia di atas!
3.      Tulislah ujaran anak sesuai dengan tahap-tahap pemerolehan bahasa!
4.      Laporkan tugas Anda melalui blogspot yang tersedia! http://cahayaide.blogspot.com
JAWABAN:
1.       Nama anggota kelompok:
a.       Belinda Purwita. K
b.      Reni Novita
c.       Hari Prayoga
d.      Ellysa Risnawati
2.       Tuturan anak:
a.       Tuturan anak usia 5 tahun:
Eh wayang ik
Ayo, sido ra njaluk  gedang?
b.      Tuturan anak usia 6 tahun;
Aku iso podo koe no
c.       Tuturan anak usia 7 tahun:
Buk, ayo mantuk!
Iyo omong no.

B.     PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK.
1.      Temukanlah pemakaian bahasa anak usia 5 s.d. 7 tahun
2.       Tulislah kalimat-kalimat yang diujarkan oleh anak tersebut! Pertama, anak yang berusia 5 tahun. Kedua, anak yang berusia 6 tahun dan ketiga anak yang berusia 7 tahun.
3.      Tulislah nosi waktu yang digunakan anak!
4.      Tulislah nosi ruang yang digunakan anak!
5.      Tulislah nosi modalitas yang digunakan anak!
6.      Tulislah nosi sebab akibat yang digunakan anak!
7.      Bandingkan sesuai dengan tingkat usianya!
8.      Mengapa anak yang satu berbeda dengan anak yang lain?
9.       Catatlah kata polimorfemik! Bagaimana tanggapan Anda mengenai kemampuan anak dalam membentuk kata polimorfmik!
JAWABAN:
a.       Tuturan anak usia 5 tahun:
Tuturan I: eh, wayang ik (eh, wayang ini, bermaksud menegaskan ada pertunjukan atau tontonan tentang wayang).
Tuturan II: ayo sido ora njaluk gedang? (ayo jadi tidak minta pisang?)
Nosi waktu yang digunakan pada saat anak bertutur adalah malam hari sekitar waktu habis maghrib saat melihat televisi.
Nosi ruang yang digunakan adalah di ruang televisi.
Modalitas yang digunakan dialog monolog, karena anak bertutur sendiri saat menonton televisi.
Nosi sebab akibat yang digunakan anak adalah anak tertarik saat melihat televisi yang menyebabkan anak tertarik dan mengakibatkan munculnya tuturan dari ekspresi ketertarikan atastontonan yang sedang dilihat. Dan modalitas ekspresif pada tuturan 2.
Jika dilihat dari anak yang lain yang seusianya ank ini cenderung agampang bereaksi dengan keadaan sekitarnya sehingga mempengaruhi tuturan yang diucapkan. Berbeda dengan anak yang lain yang ada dilingkungan yang sama. Lebih cenderung diam dan tidak berbicara jika tidak ditanya atau memerlukan sesuatu, misalnya saja saat dia lapar, atau memerlukan bantuan dari orang lain.
Tidak ada penggunaan bahasa polimorfemik yang digunakan oleh anak.
b.      Tuturan anak usia 6 tahun:
Tuturan: Aku iso koyo koe no. (aku bisa seperti kamu ya)
Nosi waktu yang digunakaan sekitar pukul 4 sore.
Nosi ruang yang digunakan adalah di depan rumah saat anak sedang bermain dengan teman – temannya yang lain.
Modalitas yang digunakan adalah modalitas ekspresif. Yaitu tuturan anak bersiafat atraktif sesuai dengan ekspresi dari apa yang dilakukan.
Tuturan anak disebabkan dia melihat tingkah laku yang ditunjukan oleh mitra tutur yang menarik perhatiannya sehingga mengakibatkannya untuk meniru sikap atau perlakuan yang dilakukan oleh mitra tutur.
Jika dilihat dan dibandingkan dengan anak yang lain, tuturan anak tidak berbeda jauh. Hampir sama dengan teman – teman sebayanya karena teman – temannya juga ikut bereaksi dan bersikap sama dengan apa yang dilakukan oleh penutur.
Tidak ada penggunaan bahasa polimorfemik.
c.       Tuturan anak usia 7 tahun.
Tuturan I: buk, ayo mantuk ( buk, ayo pulang)
Tuturan II: iyo omong no (iya berbicara)
Nosi waktu yang digunakan pada tuturan I adalah sore hari sekitar pukul 5 sore. Dan pada tuturan II adalah malam hari sekitar habis maghrib
Nosi ruang yang digunakan tuturan I adalah di rumah tetangga penutur, sedangkan pada btuturan II di rumah penutur.
Modalitas yang digunakan pada tuturan I adalah modalitas dialog. Dan pada tuturan II juga modalitas dialog.
Tuturan pertama disebabkan karena pengaruh lingkungan yaitu perasaan bosan saat anak menunggu ibunya yang mengobrol dengan tetangga, yang mengakibatkan anak bertutur untuk mengajak ibunya pulang kerumah. Dan pada tuturan kedua disebabkan anak yang diminta berbicara orangtuanya saat menelepon saudaranya yang mengakibatkan anak bertutur yang membuatnya akan berbicara.
Tidak ada perbedaan tuturan antara tuturan I dengan tuturan II dengan tuturan anak yang sama dengan usianya. Semuanya dirasa wajar.
Tidak ada penggunaan bahasa polimorfemik.


C.     PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK
1.      Tulislah ujaran yang dihasilkan oleh anak usia 5-7 tahun!
2.      Analisislah bagian ujaran yang mengatakan bahwa anak melakukan kesalahan dalam hal norma sosial!
3.      Analisislah bagian ujaran yang mengatakan bahwa anak melakukan ujaran seperti yang diujarkan oleh teman-temannya sebaya.
JAWABAN.
Tidak ada ujaran yang terindikasi bahwa anak melakukan kesalahan norma sosial. Semuanya dirasa wajar pada tuturan anak diatas, baik pada usia 5, 6, dan 7 tahun.
Ujaran yang merupakan ujaran hasil duplikasi atau hasil tiuran dan diujarkan oleh anak – anak yang lain adalah ujaran yang diujarkan anak yang berusia 6 tahun yaitu “aku iso podo koe”. Atau “aku bisa seperti kamu”. Ujaran itu juga diujarkan oleh teman – teman yang lain atau anak yang seusianya yang juga mengujarkan ujaran tersebut karena dipengaruhi oleh sebuah kejadian atau fenomena.









5.